Minggu, 19 April 2009

DOA YANG TERKABULKAN





Ya Allah... bantu aku dalam menjalankan kehidupan ini



Bantu aku dalam mengerjakan semuanya



Berilah aku sedikit kekuatanMu untuk dapat mengerjakannya



Karena aku tanpaMu



Takkan pernah hidup di dunia ini untuk memperoleh ridhoMu



 



 



Akhirnya saat menegangkan pun tiba. Hari ini aku akan mengikuti ujian
tengah semester. Entah apa yang akan peroleh nantinya, tapi satu yang pasti,
aku harus berusaha dengan sekuat tenagaku. Hari ini pelajaran yang harus aku
hadapi adalah matematika. Sebenarnya, pelajaran matematika ini amatlah mudah,
namun entah mengapa untuk bahasan kali ini, aku merasa sedikit bingung. Telah
kubolak-balikan halaman yang menjadi bahan utama ujian, namun sejurus demikian
pikiranku langsung kosong, tak berbekas.



“Ya Allah, Ya Rabb... apa yang salah di dalam diri ini? Aku harus bisa
mengerjakan soal ujian nanti. Aku harus melakukan sesuatu yang dapat
membahagiakan kedua orang tuaku dan juga Engkau. Walau mungkin ini hanyalah
ujian biasa yang tidak dapat dikatakan ujian luar biasa di dalam hidupuku ini.
Ya Allah, bantu aku, beri aku sedikit kekuatanMu, agar aku menjadi kuat
karenaMu. Beri aku kemudahan.”



Bismillahirrahmanirrahiim. Aku berdoa untuk berangkat menuju sekolah. Di
sekolah, sudah banyak teman-temanku yang sedang belajar atau pun mengobrol. Aku
memilih pergi ke masjid dan melaksanakan shalat dzuhur, karena aku memanh belum
melaksanakan shalat dzuhur. Pukul 12.45, belum telat untuk melakukan shalat.



Kuambil wudlu yang menyegarkan ragaku, kukenakan mukena yang telah aku
persiapkan, dan dengab segera aku menghadapNya.



Allahu akbar...



Assalamu’alaikum warhmatullahi wabarakatuh..



“....ya Allah... aku tahu Engkau dapat mendengar hatiku yang sedang
menjerit meminta dukungan dan bantuanMu. Ya Rabb, bantu aku, beri aku kekuatan,
dan jagalah aku dari semua yang dapat menghinakan diriku ini. Aku lemah
tanpaMu, aku tak memiliki sesuatu yang berarti tanpaMu. Aku mohon, bantu aku,
dan beri aku sedikit kekuatanMu. Amin,” doaku merengek pada Sang Pencipta.
Semoga Dia mengabulkan doaku.



 



 



“Letakkan tas kalian ke depan kelas. Hanya ada papan, pensil, dan penghapus
di atas meja. Tidak boleh ada benda lainnya selain itu,” ujar pengawas yang
masuk ke kelasku.



Semua teman dan kakak kelasku membawa tas masing-masing dan meletakkannya
di depan kelas sesuai perintah pengawas.



LJK dan soal mulai dibagikan. Dan saat keduanya telah berada di tanganku,
pikiranku langsung melayang jauh ke catatan yang telah aku rekam tadi. Ya
Allah... soal apa ini? Pernahkah aku membaca dan mempelajarinya? Jika sudah,
bukakanlah pikiranku agar aku dapat mengerjakannya sendiri. Hindarkan aku dari
sesuatu yang dapat menggodaku untuk menyontek.



Lima menit pertama. Belum satu soal pun dapat aku selesaikan.



Lima menit kedua. Baru dua soal yang dapat aku kerjakan.



Lima menit ketiga. Lima soal telah aku selesaikan.



“You must be can do it!
Don’t give up! Allah SWT alwaya besides you. Think you can, yes you can! Come
on! There is much time which you have. You can do it!”
ujarku pada diri sendiri.



Akhirnya, setelah delapanpuluh menit, aku berhasil keluar dari ruangan.
Alhamdulillah... aku dapat mengerjakannya dengan baik.



 



 



Untuk kemenangan
serupa ini hendaklah berusaha orang-orang
yang bekerja" (Q.S.
Ash Shaaffaat : 61)




Blogged with the Flock Browser